Sabtu, 13 Juni 2009
UNTUK ANAKKU
Kau indah sebelum ada...
kau mulia saat dilahirkan,
Tangan-tangan ayah bundamu yang buat kau seperti ini
Jika kau menangis, tangismu karena kami
Jika kau penangis, itu pun karena kami
Jika kau marah, marahmu karena kami
Jika kau pemarah, itu pun karena kami
Namun jika kau tetap indah, itu karena Tuhanmu dan kau
Jika kau tetap mulia, itu pun karena Tuhanmu dan kau
Dan ingatkan kami jika tak mampu memberi tauladan
Anakku..........................
Bantulah ayah bundamu kelak
di tempat pertemuan manusia dan Tuhan
Katakan bahwa kami layak bersanding dengan-Nya
Katakan............................................................................
Aku menyayangimu
Tapi jangan katakan........................................................
Aku mencintaimu lebih dari cintaku pada Tuhanmu
Meski kerap aku lalukan
Aku tak mengajarimu berbohong
Aku tak mengajarimu menipu
Karena Tuhan tak pernah tertipu
Ini hanyalah tanda ketidakmampuanku
dari segenap kemampuanku
SEDEKAH LANGIT
Mudah-mudahan itu bukan azab, tapi sekedar peringatan atau ujian. Peringatan kalau kita terlupa bahwa bumi, air dan langit adalah sahabat kita, jika mereka menganggap kita sebagai sahabat. Ujian bagi teman-teman kita yang layak mendapat ujian karena kedekatan hati dan sikap mereka yang tulus bersahabat dengan bumi, air dan langit.
Tapi percayalah bumi dan air adalah sahabat kita. Ini terbukti di beberapa daerah ada seremonial yang dikenal dengan sedekah. Sedekah bumi dan sedekah laut sebagai bukti kita bersahabat dengan bumi dan air.
Meski terkadang bahkan sering kita menodai persahabatan itu dengan perilaku merusak bumi dan air. Lebih tepatnya adalah memperkosa mereka dengan keji, setelah puas, mereka kita renggut lalu kita tinggalkan.
Bagaimana dengan langit ?
Harusnya perlu juga kita menjalin persahabatan dengan langit melalui sedekah langit. Tampaknya saya belum pernah mendengar ada daerah yang mengadakan sedekah langit.
terlebih akhir-akhir ini kerap terjadi kecelakaan pesawat, yang semakin mengukuhkan bahwa langit telah menampakkan jurang persahabatan dengan kita.
Tapi saya mohon, mari kita bersahabat dengan bumi, air dan langit dengan istikomah. Tanpa melukai, menodai dan memperkosa mereka untuk kepentingan sesaat kita.
Go green my earth, go blue my sea and go blue my sky......
Untuk para calon presiden...........................................................
Suarakan dan buktikan bahwa kalian berani melakukan langkah-langkah kongkrit demi pelestarian dan keindahan bumi, air dan langit.
Untuk para calon wakil presiden.....................................................
suarakan dan buktikan bahwa kalian berani melakukan langkah-langkah kongkrit demi pelestarian dan keindahan bumi, air dan langit.
Untuk BUMI, AIR DAN LANGIT.......................
MAAFKAN KAMI.................................................
TERIMA KASIH ATAS KESABARANMU....................
DAN IJINKAN KAMI TETAP BERSAHABAT DENGAN DAMAI.........................
Selasa, 19 Mei 2009
PENDEKATAN OPEN-ENDED DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA
Guru SMA N 1 Rowosari Kendal
Matematika merupakan mata pelajaran yang unik. Proses pencarian kebenaran dalam matematika berbeda dengan ilmu pengetahuan lainnya. Metode mencari kebenaran matematika adalah deduktif yaitu membuat kesimpulan berdasarkan hal yang bersifat umum ke hal – hal yang bersifat khusus. Di dalam matematika terdapat kompetensi berpikir logis, analitis, sistematis, kritis dan kreatif serta kemampuan kooperatif (kerjasama) sehingga diharapkan peserta didik dapat memiliki kemampuan memperoleh, menganalisis, menyimpulkan dan memanfaatkan informasi untuk bertahan hidup pada keadaan yang selalu berubah, berkembang pesat dan kompetitif.
Matematika juga memiliki banyak kegunaan bagi umat manusia, diantaranya : menyelesaikan persoalan di masyarakat, dapat menyimpulkan, mengolah, menyajikan dan menafsirkan data, mendukung dan menyelesaikan persoalan di bidang studi lain dan menunjang pemakaian alat – alat canggih.
Masalah klasik dalam pendidikan matematika di
Dari besarnya manfaat dan problematika tersebut maka diperlukan perencanaan dan proses pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik matematika juga karakteristik peserta didik dan mengikuti perkembangan jaman. Dibutuhkan pembelajaran yang beralih dari bentuk formal ke ketrampilan proses dan penerapan; dari belajar menghafal ke belajarpemahaman dan pemecahan masalah; dari belajar perorangan ke belajar bersama (cooperative learning) dan interaktif.
Pendekatan Tradisional
Pendekatan pembelajaran adalah cara atau jalan yang ditempuh guru atau peserta didik dalam mencapai tujuan pembelajaran. Sebagai fasilitator, tiap guru memiliki strategi dan pendekatan berbeda yang dianggap tepat agar konsep yang disajikan dapat diadaptasi peserta didik. Begitupun dengan peserta didik akan menggunakan cara belajar yang beragam sesuai dengan karakteristik mereka untuk mencapai kompetensi yang dipersyaratkan. Nisbet dan Erman mengatakan,”Tidak ada cara belajar (tunggal) yang paling benar dan cara mengajar yang paling baik.”
Dalam pembelajaran matematika, pendekatan tradisional dimana guru mendominasi dan senantiasa menjawab dengan segera terhadap pertanyaan – pertanyaan peserta didik tidak lagi relevan. Sebaiknya peserta didik diberi keleluasaan mengembangkan ide – idenya untuk menumbuhkan kreatifitas dan hasrat mengeksplorasi, nilai demokrasi serta kemampuan memecahkan masalah. Karena permasalahan/problem matematika diselesaikan dengan multisolusi bukan satu jawaban. Problem yang demikian disebut problem terbuka atau problem open-ended.
Pendekatan Open-ended
Pendekatan open-ended merupakan pendekatan pembelajaran yang berorientasi pada proses dan problem ended. Pendekatan pembelajaran ini membawa siswa dalam menjawab permasalahan dengan banyak cara dan mungkin banyak jawaban yang benar sehingga mengundang potensi intelektual dan pengalaman peserta didik menemukan sesuatu yang baru.
Manfaat pendekatan pembelajaran open-ended selain mencapai standar kompetensi adalah :mengembangkan kegiatan kreatif dan pola piker matematis peserta didik melalui problem solving, mengembangkan ketrampilan proses, memberi kesempatan peserta didik berpikir dengan bebas sesuai dengan kemampuannya, melatih siswa mendengarkan dan menghargai pendapat orang lain dan mengembangkan pembelajaran interaktif dan menyenangkan.
Melalui pendekatan open-ended dalam pembelajaran matematika, kemampuan peserta didik baik ranah kognitif, psikomotor maupun afektif dapat dimaksimalkan. Namun demikian guru dapat menggunakan pendekatan – pendekatan lainnya yang disesuaikan kondisi peserta didik bahkan memadukan berbagai pendekatan untuk mencapai tujuan belajar.